Kemandirian dan kemapanan Spongebob dalam berkendara dinantikan oleh para pemirsa. Pertanyaan besar muncul, “Kapan kiranya Spongebob mampu berkendara dengan perahu “tenggelamnya” secara lanyah? Adakah yang tahu?
Jika kalian belum tahu. Sama. Pun begitu juga dengan saya.
Tidak ada yang bisa mengetahui kapan Spongebob bisa mulai mandiri mengendarai perahu di sekolah nyonya Puff. Seolah nyonya Puff selalu merasa kewalahan, bosan, bahkan mungkin menggila dengan tingkah laku Spongebob. Akan tetapi, tunggu dulu. Pernah dalam suatu momen di boating school, Spongebob mampu dengan lanyah berkendara dengan perahunya.
Hore…
Akan tetapi (lagi-lagi), perlu kita ketahui, Spongebob pernah lancar mengemudi, dikarenakan ia memasang radio pemancar di kepala yang dipandu oleh seorang Patrick, yang waktu itu bersantai di dalam perpustakaan besar milik Spongebob. Sembari bermain bersama Gary, yang kemudian membuat Spongebob berujung pada buntung kecil-kecilan.
Ya, sayang saja. Waktu itu dengan memasang radio pemancar di kepala, Spongebob justru seolah terlihat licik. Hanya saja, perlu kembali ke awal pertanyaan, untuk apa Spongebob ingin belajar mengemudi?
Kalau kalian pikir Spongebob ingin mencari tambahan uang bisa jadi. Namun para pemirsa yang saya hormati, sebenarnya begini ceritanya:
Suatu waktu, Spongebob yang merupakan pegawai dapur dari restoran milik tuan Crab mendapat tugas menemani Pearl– seekor paus yang mana anak tuan Crab–,untuk datang ke pesta prom nite yang belum pernah Spongebob lakukan sebelumnya.
Dengan rasa kagok, Spongebob datang menjemput Pearl, menggunakan limosin, yang supirnya sama sekali kita tidak ketahui wujudnya saat itu.
Jujur saja waktu itu Spongebob sempat mengumpat dalam hati,
“Andai aku bisa lancar menyetir, pasti aku tidak akan membuang uangku percuma untuk menyewa mobil panjang ini beserta dengan layanan supir yang sebenarnya bisa kuganti dengan diriku sendiri .”
Ya. Jujur saja. Perlu kita ketahui Spongebob telah berkali-kali datang ke sekolah mengemudi nyonya Puff. Tapi toh, hasilnya? Kita tahu sendiri.
Akan tetapi, di balik usainya prom nite dari kisah Pearl. Kita tidak mengetahui apa yang terjadi di akhir kegiatan dan percakapan di limosin tersebut. (Namun karena di sini saya yang membuat cerita, saat ini sedikit akan saya bocorkan rahasia percakapan tersebut).
“apakah kamu seromantis ini Spongebob? Sampai-sampai rela memberiku tumpangan limusin mewah dengan 21 pintu ini?”
“Ah, tidak juga Pearl!, wong aku ini cuma suruhan e Bapakmu, ya tuan atau Mr. Crab itu”.
“Oh, jadi itu maksud kesopananmu padaku?”
“Ya, begitulah-Pearl…”
“Ummm, tapi bagiku seleramu untuk membawa seorang perempuan ke pesta, mewah juga… apalagi dengan pilihan limosin ini padaku. Apakah dirimu berpura-pura, jika selama ini kamu tidak bisa menyetir dan sebenarnya hanya menyembunyikan selera keren pada sosok paus sepertiku???”
Tercekat dengan tuturan Pearl tersebut. Otak Spongebob kembali beku. Kembali ia diam. Sama seperti peristiwa ketika ia gagal menjalani tes mengemudi oleh karena radio pemancar yang diatur sedemikian rupa oleh Patrick di perpustakaan bersama Gary beberapa waktu silam.
“Jadi begini Pearl, aku mencurahkan seluruh waktu luangku selain untuk bercengkrama dengan Squidward, Patrick, Sandy atau berusaha mendekatkan diri dengan Gary , tidak serta-merta membuatku mudah untuk memanfaatkan waktu luang dengan berlatih menyetir di sekolah nyonya Puff.”
Curahan hati Spongebob yang diketahui Pearl, mendadak membuat suasana elegan dari perjumpaan dalam limo seolah sirna seketika. Pearl-pun mencoba menenangkan kegusaran hati Spongebob. Hanya saja, Spongebob tidak merasa keluh-kesahnya menjadi soal yang perlu dikhawatirkan.
Berbulan-bulan setelah kisah Spongebob terungkap bagi Pearl. Kemampuan Spongebob di sekolah mengemudi sejatinya tidaklah berubah. Ia tetap terus mengulang sampai nyonya Puff habis urat kesal untuk mencurahkan rasa getir pada satu muridnya selama ini.
Mau dikata naif, tapi Spongebob adalah tokoh yang dikenal anak-anak secara luas melalui media sebagai seorang penceria, tidak pantang menyerah serta penuh dengan ide kreatif.
Semua warga Bikini Bottom, menanti kapan Spongebob bisa memegang kemudi bulat di keesokan waktu. Toh, rupanya bocoran yang saya dapatkan dari percakapan di limo tidaklah membantu. Ya, sudahlah.
—
Pondok-1-1-22 03.29.






